BERBASIS PEMAHAMAN KONSEP SENI
Secara subjektifitas kita menyebut keindahan semacam kesenangan ciri-ciri yang menciptakan nilai rasa indah adalah sifat kwalitas yang memang telah melekat pada benda obyek, terlepas dari orang yang mengamatinya. ciri-ciri yang menciptakan keindahan di suatu benda sesungguhnya tidak ada, yang ada hanyalah tanggapan perasaan seseorang. Tersingkapnya keindahan sebuah benda tergantung kepada pemahaman si pengamat keindahan tersebut. Kalaupun sebuah benda dikatakan mengandung keindahan, hal ini dikarenakan si pengamat memperoleh suatu pengalaman yang memuaskan jiwanya. Sedangkan secara obyektif adapun ciri-ciri yang menciptakan keindahan tersebut adalah perimbangan diantara bagian-bagian yang terdapat/melekat dalam benda tersebut. Seseorang hanyalah menyingkap atau menemukan sifat-sifat indah yang sudah ada pada benda tersebut.
BERBASIS PEMAHAMAN KONSEP SENI
Berkesenian merupakan membangun perasaan yang pernah dialami dengan perantara gerakan, bentuk, ataupun bentuk yang diungkapkan atau diekspresikan melalui warna, sehingga orang lain dapat merasakan hal yang sama. Seniman dengan media tertentu, menyampaikan perasaan yang pernah dialaminya kepada orang lain dan orang lain juga merasakan perasaan tersebut dan juga mengalaminya. Totalitas seniman dalam berkarya merupakan sesuatu yang dapat diterima dan dirasakan oleh orang lain. Seni bermakna berkomunikasi. Seorang seniman tidak hanya berharap berhasil menorehkan ide dan perasaannya, tapi juga memindahkan perasaannya, diharapkan agar dapat dimengerti dan berkomunikasi dengan sempurna.
Seorang seniman mempunyai dorongan apa yang membuatnya menciptakan sebuah karya. Dorongan dari dalam diri, yaitu dorongan atau hasrat dari diri seniman itu untuk mencapai ketenaran, keuntungan, pengakuan dari orang lain, dan lain sebagainya. Tiap seniman mempunyai karakteristik berbeda dengn pengkajian yang lebih luas. Sangat berbeda antara seniman baru dengan seniman yan gtelah lama berkecimpung dalam bidang seni. Demikian pula latar belakang, baik sosial, ekonomi, maupun latar belakang pendidikan sangat menentukan motifasi seniman berkarya. Dorongan yang lain dapat dtang tanpa disadari, karena inspirasi yang datang begitu saja karena d pengaruh dari luar, seperti halnya sesuatu yang tidak disengaja seperti melihat perahu tenggelam atau seorang gadis cantik yang lewat di depannya. Bila dorongan itu berasal dari dalam, merupakan karya yang sulit dimengerti karena imajinasi itu telah ada di balik kesadaran senimannya.
BERBASIS KONSEP KRITIK
Tiap-tiap benda mempunyai sisi yang menyenangkan, karena mempunyai nilai estetik atau singkatnya tiap benda mempunyai keindahan. Terlebih karya itu hasil ciptaan dari seorang seniman. Segi yang berkaitan dengan nilai estetik itu adalah bentuk estetik dari benda yang bersangkutan.
Seni sebagai ekspresi sebenarnya terlalu luas, terlalu banyak hal lain yang dicakup. Ungkapan seni lewat emosi, berteriak, senang, bukan termasuk kesenian yang estetik. Kesenian disengaja, dicipta, disusun dan barangkali terikat dengan budaya.
Definisi seni hanya akan terpenuhi jika sebuah karya itu mampu membuat kita untuk bisa mengungkapkan nilai seni. Sumber seni dapat diungkapkan melalui susunan warna, garis dan bentuk, bunyi atau nada. Sumber paling nyata dari seni adalah seni itu mampui membangkitkan khayalan atau imajinasi akan benda ataupun sebuah peristiwa yang biasanya menimbulkan kenikmatan. Tiap sensasi merupakan media ungkapan dari pengalaman seni. Dalam lukisan ada warna dan garis, bahwa ungkapan seni lepas dari apa yang digambarkan. Sensasi itu mengungkapkan suatu warna, suatu suasana rasa.
Dk,2/6/08,pengantar estetika,SENIdesain06
Senin, 16 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar